Bedah Buku “Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia: Sepuluh Pelajaran Berharga Pasca Pandemi Covid 19”

Bedah Buku “Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia: Sepuluh Pelajaran Berharga Pasca Pandemi Covid 19”

DISKOMINFO INDRAMAYU — Forum Indramayu Studi (FIS) bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu mengadakan kegiatan bedah buku yang diterbitkan oleh Populi Center, pada Kamis, 30/6/2022.

Bertempat di Aula Fakultas Agama Islam (FAI) Unwir Indramayu, bedah buku “Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia; Sepuluh Pelajaran Berharga Pasca Pandemi Covid 19” menghadirkan banyak tokoh dengan dihadiri mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di wilayah Kabupaten Indramayu.

Tampil membawakan opening speech, Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia pada Sekretariat Daerah Ahmad Budiharto. Sedangkan Dekan FAI Unwir Ibnu Rusydi,M.A tampil sebagai Keynote Spech, yang disambung dengan narasumber utama Ade Ghozali, S.Sos (Tim Penulis Buku & Peneliti Populi Center), dan H. Zaenudin Abu Bakar, Lc., MA (Dosen FAI UNWIR)

Dalam paparannya Ade Ghozali menyatakan kondisi bangsa ini setelah dihantam badai pandemi Covid-19 selama kurun waktu 2 tahun ini memang mengalami keterpurukan. Untuk itulah dibutuhkan kinerja pemerintah dalam menciptakan berbagai kebijakan untuk mengatasinya.

“Dalam kondisi pandemi dan pasca pandemi ini, pemerintah dituntut lebih agile (lincah) dan adaptif untuk menciptakan kebijakan yang seimbang antara kebijakan sentralistik dan kebijakan berorientasi manusia,” ujarnya.

Selain itu, Ade Ghozali juga menekankan perlunya pemerintah melakukan langkah-langkah inovatif terutama dalam pelayanan publik melalui sinergi kolaboratif dengan seluruh elemen masyarakat. Hal ini manakala dilakukan dengan baik, maka bangsa Indonesia akan menjadi lebih maju.

“Jika ini dilakukan dengan baik, pembelajaran pasca pandemi covid 19 bisa menjadi starting poin bagi bangsa Indonesia untuk lebih adaptif dan maju”

Terkait dengan pemerintah daerah, Ade Ghozali menyatakan pentingnya Pemkab Indramayu melakukan kerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada, termasuk dari kalangan dunia pendidikan.

“Salah satu bentuk kolaboratif Pemerintah Kabupaten Indramayu bisa dilakukan dengan dunia akademisi seperti dengan Unwir atau juga dengan lembaga riset profesional, dalam mencari format kebijakan yang inovatif berbasis data dan kebutuhan masyarakat”

Sementara itu Zaenudin Abu Bakar menyatakan di era digital sekarang ini, pemanfaatan teknologi digital semakin dirasakan manfaatnya. Baik itu dari sisi pemerintahan, kesehatan, dan juga pendidikan.

“Transformasi Digital terasa ketika pandemik, setidaknya dalam aktivitas dunia pendidikan, dalam media belajar dengan digital, begitupun dalam relasi komunikasi dalam segala sektor. Setelah pandemik kita dapat mengambil banyak pelajaran terutama dalam kemajuan teknologi komunikasi”, paparnya.

Ketua FIS Arif Rofiuddin menyatakan Bedah Buku yang diluncurkan Populi Center dengan Tema Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia ini memberikan pesan dan informasi yang positif dan berharga terkait Transformasi Kehidupan Masyarakat sampai terkait Tata Kelola Pemerintahan Pasca Covid 19. Arif berharap dengan hadirnya buku ini, dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua kalangan. (MTQ – Tim Publikasi Diskominfo Indramayu)