Nurulhuda, Langsung Tancap Gas Pimpin Kecamatan Cikedung

 

 

DISKOMINFO INDRAMAYU—Menjabat Camat baru di Kecamatan Cikedung tidak membuat Nurulhuda bingung. Sebagai camat baru, Nurulhuda segera melakukan berbagai program dan kegiatan untuk mengembangkan Kecamatan Cikedung yang dipimpinnya.

Terbukti dengan dilakukannya kegiatan Berjamaah Subuh Keliling (Bersu-ling) yang merupakan salah satu program unggulan Bupati Indramayu Nina Agustina. Nurulhuda mengawali kerjanya dengan melakukan kegiatan Bersuling di Masjid Jami Desa Amis Jum’at (24/12).

Nurulhuda yang hadir dalam kegiatan tersebut dengan didampingi Ketua MUI kecamatan, Babinsa, Ketua UPZ desa, Kepala Desa Amis dan perangkat desanya menyapa sejumlah tokoh masyarakat dan warga yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu Nurulhuda selain memperkenalkan kepada masyarakat sebagai Camat baru di Kecamatan Cikedung, juga menjelaskan Visi Misi Bupati Indramayu serta 10 Program Unggulan yang digagas Bupati Indramayu.

Masih dalam suasana pandemi, Nurulhuda tidak lupa menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan. Selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, serta mengikuti vaksinasi.

Terkait isu yang berkembang tentang permasalahan perjanjian kerjasama kemitraan dengan PG Rajawali ll, Nurul berharap masyarakat dapat terus mempertahankan kerjasama tersebut sesuai dengan legal standing yang ada. 

Menutup kegiatan Bersuling pagi itu, Nurulhuda juga secara simbolis membagikan honorarium guru ngaji di desa dari APBDes TA 2021 desa Amis.

Tanam Padi Sistem SRI

Masih di hari yang sama, Nurulhuda juga melakukan kegiatan sosialisasi Kegiatan Pindah Tanam dari Media benih ke sawah dengan metode (System of Rice Intencification) SRI. Kegiatan pindah tanam ini merupakan Demfarm SRI Proyek RIMP-MSP yaitu Demplot Padi Hemat Air di Kelompok Tani Mekar Tani I Desa Cikedung Lor seluas 5 Ha. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BBWS consultants dengan kementrian pertanian (Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu)

Tanaman padi yang sebenarnya merupakan bukan tanaman air tidak banyak membutuhkan banyak air sampai dengan panen tiba. Metode SRI adalah sistem budidaya padi yang mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. Semua unsur potensi dalam tanaman padi dikembangkan dengan cara memberikan kondisi yang sesuai dengan pertumbuhannya.

Nurulhuda menyampaikan, diharapkan dengan melakukan tanam padi sistem SRI, produksi pertanian akan meningkat dan berimbas pada meningkatnya kesejahteraan petani

”Saya berharap ketika petani mau melakukan penanaman padi dengan pola tanam seperti ini bisa meningkatkan produksi pertanian. Dan petani bisa lebih sejahtera.” pungkas Nurulhuda. (kiriman berita dari Kec. Cikedung—diolah kembali oleh Tim Publikasi Diskominfo Indramayu)