Animo Vaksinasi Massal di Kabupaten Indramayu Sangat Tinggi

 

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 di wilayahnya sungguh sangat luar biasa, par exellence, bahkan terbilang unik. Dalam mengajak masyarakatnya agar mau divaksin Covid-19, Pemkab Indramayu memberi doorprize (hadiah).

Meski tidak seluruhnya kebagian, namun pemberian hadiah berupa bahan pangan atau sembako ini sangat menarik perhatian masyarakat. Bahkan di beberapa wilayah, masyarakat tidak hanya mendapat bahan pangan. Tetapi di masyarakat juga ada yang mendapatkan ayam. Ini sungguh suatu fenomena yang menarik dan unik.

Terlepas apapun motivasi warga yang datang ke Puskesmas karena memang ingin divaksin Covid-19 atau sekedar mencari doorprize, yang jelas kewajiban pemerintah daerah dalam memproteksi masyarakatnya sudah terpenuhi. Harapannya, semakin banyak warga Indramayu yang divaksin, semakin drastis pula angka yang terkonfirmasi Covid-19 menurun karena tiap-tiap warga sudah memiliki imunitas di tubuhnya.

Adalah Bupati Indramayu Nina Agustina Da’I Bachtiar yang menginisiasi agar dalam setiap kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan di seluruh wilayah Indramayu, ada pemberian doorprize kepada masyarakat. Gayung pun bersambut. Animo masyarakat meningkat sejak adanya doorprize tersebut.

Kendati begitu, kesuksesan Pemkab Indramayu dalam vaksinasi Covid-19 kepada masyarakatnya tidak berdiri sendiri. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari Polres Indramayu, Kodim 0616, Kejaksaan Negeri Indramayu, Pengadilan Negeri Indramayu, yang didukung Dewan Perwakilan Daerah Indramayu juga memberi kontribusi yang sangat besar dalam kesuksesan tersebut, khususnya di masa pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Jawa dan Bali.

Seperti yang terlihat dalam pantauan di lapangan, saling sinergi dan saling berbagi tugas antar instansi menjadi pemandangan yang lumrah. Saat melakukan pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19, semua pihak terlibat, semua pihak berperan, baik Camat, Puskesmas, Koramil, dan Polsek setempat, bahkan tokoh masyarakat.

Kerja bareng dan guyub ini menjadi bukti bahwa tidak ada kepentingan masyarakat di atas segala-galanya. Sallus Populi Suprema Lex Esto (Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi).

Hal ini yang dirasakan Camat Juntinyuat Nurul Huda. Menurutnya, dengan kerja bersama, persoalan-persoalan di lapangan relatif menjadi ringan.

“Kita saling berbagi tugas. Ada yang melakukan sosialisasi, ada yang memberi bantuan kepada warga yang sedang isoman, ada juga yang memberi doorprize saat vaksinasi massal,” katanya.

Sementara itu, Tyara (18) warga Desa Ujungpendokjaya Kecamatan Widasari yang mendapatkan vaksin Covid-19 di desanya mengaku senang kalau dirinya sudah divaksin. Selain dekat dengan rumahnya, ia juga mendapat bantuan pangan dari Bupati Indramayu.

“Alhamdulilah. Tadi sudah divaksin. Tidak sakit dan dapat sembako. Terima kasih,” katanya.
(Agus MT/Dedy—Tim Publikasi Diskominfo Indramayu).