Kenali Gejala Covid-19 Dari Hari Ke Hari

 

Pandemi virus corona yang telah dinyatakan WHO masih jadi kekhawatiran masyarakat di dunia. Terlebih angka kasusnya masih mengalami kenaikkan di sejumlah negara. Meskipun tingkat kesembuhan pasien juga terus mengalami lonjakan. Penting untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai virus yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Hubei, China pada akhir 2019 lalu.

Dihubungi melalui saluran telepon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Deden Bonni Koswara menjelaskan, salah satu edukasi mengenai gejala, penyebab dan tanda-tanda seseorang mulai terinfeksi virus corona. Menurut Deden, WHO menyebutkan, secara umum gejala Corona Virus Desease-19 (Covid-19) yang disebabkan oleh virus corona adalah demam, batuk, sesak napas, hingga dada terasa sakit.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

“Gejala yang timbul dari akibat terpapar virus ini mungkin berbeda pada setiap orang tergantung tingkat imunitasnya, namun ada beberapa gejala umum yang dapat diklasifikasikan,” kata dr. Deden, Rabu (14/07/21).

Deden mengatakan, sebagaimana yang dilansir oleh Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat dapat mengenali gejala terpapat virus corona secara mudah.

Deden merinci, gejala virus corona berkembang dari hari ke hari. Pada hari ke-1
Pasien mengalami demam. tubuh mungkin juga mengalami semacam kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. ada juga yang mengalami diare atau mual.

“Pada hari kelima, Ada pasien yang mengalami kesulitan bernapas. kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit sebelumnya,” katanya.

Pada hari ke-7, lanjut Deden,
Menurut penelitian Universitas Wuhan, ini merupakan rata-rata pasien masuk rumah sakit. Hari ke-8, imbuhnya, pasien mengalami kondisi parah, sekitar 113% mengalami sindrom gangguan pernapasa akut.

“Saat ini terjadi, cairan telah memenuhi paru-paru dan seringkali berakibat fatal,” jelas Deden.

Hari ke-10, ujar Deden,
Ketika gejala memburuk, pasien akan dibawa ke ICU. Biasanya mereka mengalami gangguan pada bagian perut dan kehilangan nafsu makan. Pada rentang waktu ini, sebagian kecil meninggal yaitu 2 persen.

“Hari ke-17
Setelah menjalani perawatan selama lebih kurang 2,5 minggu, pasien yang kondisinya membaik biasanya sembuh dan keluar dari rumah sakit” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu Aan Hendrajana menyatakan, gejala yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda, namun dengan mengetahui galaja secara umum, masyarakat dapat lebih tanggap dalam menghadapi wabah ini.

“Saya berharap, dengan mengetahui gejala umum ini, masyarakat dapat lebih waspada dan dapat lebih cepat melakukan penanganan terhadap gejala yang dirasakan baik itu dengan isolasi mandiri maupun menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” ujar Aan.

Pepatah mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini sangat sejalan dalam masa pandemi sekarang ini, Upaya mencegah penyebaran Covid-19 tentunya menjadi hal yang lebih penting daripada harus terpapar dan menjalani pengobatan.

Aan menambahkan, penerapan protokol kesehatan 4M yaitu Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga jarak, danMenjauhi kerumunan merupakan hal yang harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Diharapkan semua masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat memutus penyebaran Covid-19.

“Saya berharap masyarakat dapat patuh menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak lagi ada penambahan kasus covid-19 di Kabupaten Indramayu karena masyarakat sehat cerminan Indramayu Bermartabat,” pungkas Aan.
(Agus MT/Dedy–Tim Publikasi Diskominfo Indramayu).