Launching 10 Program Unggulan

Bupati Nina: “Indramayu Butuh Super Team, Bukan Super Man”

 

DISKOMINFO INDRAMAYU – Di bawah kepimpinan Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dan Wakil Bupati Lucky Hakim, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berpijak pada visi Indramayu Bermartabat (Bersih, Religus, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat).

 

Saat ini Pemerintah Kabupaten Indramayu memiliki 10 (sepuluh) Program Unggulan yakni I-ceta; Le-dig; De-kat; Alu-r; Dok-maru; Pe-ri; Kruw-cil; Bersuling; La-da; dan Ja-Ket. Ke Sepuluh program unggulan tersebut secara resmi dilaunching oleh Nina Agustina dan Lucky Hakim, Selasa (9/3/2021) di Pendopo Indramayu. Lauching program dilakukan agar akselerasi pembangunan di Indramayu semakin cepat, serta kemajuan daerah dapat dirasakan oleh semua pihak.

 

Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Nina Agustina menjelaskan, untuk mewujdukan 10 program unggulan tersebut dibutuhkan super tim yang bisa bekerja secara cepat dan mampu untuk menyelesaiakn permasalahan di masyarakat. Beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terlibat langsung dalam 10 program unggulan harus segera menyesuaikan.

 

“Sepuluh program unggulan ini harus bisa dilaksanakan dengan super tim, bukan super man. Dan perangkat daerah ini merupakan tim yang akan melaksanakan program tersebut,” tegas Nina.

 

Nina memaparkan, program Indramayu Cepat Tanggap (I-Ceta), menawarkan solusi pertolongan pertama permasalahan kemanusiaan dan kedaruratan. Dalam program ini, warga dapat melapor melalui nomor telepon secara langsung (Hotline), atau melapor melalui media sosial lewat saluran WhatsApp, Facebook, Instagram, atau Twitter.

 

Pada Program Lebu Digital (Le-Dig), adalah sebuah program untuk mewujudkan Smart Village atau ‘Desa Cerdas’ dengan melakukan pemasangan WiFi di setiap balai desa yang terintegrasi dengan program I-Ceta.

 

Nina menambahkan, pada Program Desa Kabeh Terang (De-Kat), masyarakat akan dimanjakan dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga memudahkan mobilitas di malam hari serta dapat mengurangi angka kriminalitas dan kecelakaan, karena wilayah desa akan terang dengan akan dibangunnya 1.000 titik PJU di tingkat desa.

 

Selanjutnya program Alun-Alun Rakyat (A-Lur), akan mengembalikan fungsi Alun-Alun sebagai tempat interaksi dan cermin kedekatan antara pemimpin dengan masyarakatnya, sehingga menjadi wujud kemanunggalan antara pemimpin dengan rakyatnya dan sebagai simbol Pendopo milik rakyat. Manfaat lain dari Program A-Lur adalah Alun-Alun sebagai areal publik.

 

Program berikutnya yakni Dokter Masuk Rumah (Dok-Maru), adalah sebuah program layanan kesehatan yang menghadirkan bentuk pelayanan langsung ke rumah warga. Manfaat dalam Program Dok-Maru adalah derajat kesehatan masyarakat akan meningkat, serta dapat mencegah berkembangnya wabah atau penyakit, selain itu sebagai sarana penyuluhan kesehatan di masyarakat.

 

Nina menambahkan program Perempuan Berdikari (Pe-Ri), adalah sebuah program pemberdayaan ekonomi kepada para perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia (PPMI), dalam bentuk pelatihan ketrampilan dan pemberian modal. Diharapkan dengan program ini, para Pekerja Migran Indonesia tetap produktif meski sudah purna. Manfaat dalam Program Pe-Ri, adalah pemberdayaan bagi kaum perempuan usia produktif, sehingga diharapkan produktivitasnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

Selanjutnya program Kredit Usaha Warung Kecil (Kruw-Cil), adalah sebuah program yang memberikan kredit atau bantuan usaha kepada warung kecil dan pelaku UMKM guna mendorong perekonomian Wong Cilik melalui kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat Daerah, yang besarannya mulai 500 ribu sampai dengan 5 juta rupiah.

 

Sementara program Berjamaah Subuh Keliling (Bersuling), adalah program dimana Bupati Indramayu, Wakil Bupati, serta pejabat terkait lainnya, berkeliling kecamatan untuk melakukan sholat subuh berjamah di Masjid. Manfaat dari program ini adalah terwujudnya masyarakat yang religius, hal ini selaras dengan visi Indramayu Bermartabat