Produk UMKM Indramayu Harus Punya ‘Brand’

Produk UMKM Indramayu Harus Punya ‘Brand’

 

DISKOMINFO INDRAMAYU – Sebagai tindaklanjut dari pertemuan dengan Bupati Indramayu Nina Agustina sebelumnya, TIMES Indonesia bersama dengan Pemkab Indramayu melakukan berbagai upaya untuk mendukung dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabaupten Indramayu.

Langkah konkret yang dilakukan yakni TIMES Indonesia berbagi tips kepada para pelaku UMKM untuk menjaga brand dan memaksimalkan pemasaran produk UMKM Kabupaten Indramayu. Materi tersebut disampaikan dalam kegiatan pelatihan pemasaran digital dengan penambahan soft skill oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu, yang digelar di Hotel Wiwi Perkasa, Selasa (15/6/2021).

Plt. Kepala Diskopindag Kabupaten Indramayu, Didi Riadi menjelaskan, kegiatan pelatihan pemasaran digital dengan penambahan soft skill merupakan upaya pemerintah dalam membangkitkan ekonomi di masa pandemi. UMKM Kabupaten Indramayu diharapkan dapat terus berkembang dan maju dengan segala keadaan.

“Pandemi bukan halangan dan justru menjadi pendorong agar kita lebih kreatif dan inovatif,” ujar Didi.

Sementara itu General Manager TIMES Indonesia Cirebon Raya, Nurhidayat yang didapuk menjadi pembicara dalam forum tersebut mengatakan, Brand, menurutnya, lebih luas dari sekedar merk, logo, produk dan slogan. Brand merupakan citra dan kesan publik kepada suatu produk atau perusahaan. Brand lebih bersifat emosional dan mempengaruhi alam bawah sadar.

“Yang pertama harus dipahami bahwa brand bukanlah merk. Kesan dan citra baik itulah yang harus dibangun oleh sebuah produk,” ujar Nurhidayat.

Ia menggambarkan, banyak produk atau perusahaan yang telah sukses membangun brand sehingga kesan dan citra baik melekat di hati konsumen. Kesan dan citra baik itulah yang menjadi kunci keberhasilan dalam pemasaran.

“Membangun dan menjaga brand sama dengan menjaga keberlanjutan usaha. Gagal menjaga brand, maka sulit menjaga keberlanjutan produk atau usaha,” ujar Nurhidayat.

Adapun cara membangun brand, kata Nurhidayat, diantaranya dengan menonjolkan keunikan dan kelebihan produk yang dimiliki. Unik atau perbedaan tersebut bisa dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Semakin banyak keunikan atau perbedaan dengan produk lain maka semakin baik. Contoh paling mudah, ketika anda memiliki usaha keripik singkong, apa keunikannya, dari sisi rasa, harga maupun kemasan,” ujar Nurhidayat.

Cara kedua adalah menyampaikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki produk tersebut secara berulang-ulang dan menggunakan media yang tepat. Manfaatkan berbagai media seperti media massa, media sosial dan media lainnya.

Ia berharap produk dari para pelaku UMKM Indramayu dapat berkembang dan menjadi brand besar di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Kepala Bidang Koperasi dan UKM Diskopindag Indramayu, Rosidah serta Staf Bupati Indramayu bidang UMKM, Ato Susanto dan Evi Rahmawati. Selain Nurhidayat dua pembicara lain merupakan akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Wiralodra Indramayu. (Aa Deni/Dedy-Diskominfo Indramayu)