Wantimpres Habib Luthfi Hadiri Kirab Kebangsaan Merah Putih

Wantimpres Habib Luthfi Hadiri Kirab Kebangsaan Merah Putih

Menkop UKM Teten Masduki Buka Bazar UMKM Indramayu

DISKOMINFO INDRAMAYU – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi menghadiri Kirab Kebangsaan Merah Putih yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

Selain disaksikan Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya, kegiatan ini juga dihadiri Menkop UKM Teten Masduki, Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Kapolda Jawa Barat dan Forkopimda Indramayu. Menjadi bagian dari Kirab Kebangsaan Merah Putih, diadakan pula kegiatan Bazar UMKM.

Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) RI Teten Masduki didampingi Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar membuka kegiatan Bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), di Halaman Masjid Agung Indramayu, Rabu (21/9/2022).

Dalam sambutannya Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Bazar UMKM sebagai upaya membangkitkan kecintaan terhadap produk UMKM di Indonesia.

“Saya mengapresiasi terselenggaranya acara ini. di dalamnya terdapat Bazar UMKM, perlu kita ketahui membantu UMKM itu merupakan kecintaan kita terhadap bangsa dan tanah air,”katanya.

Menurutnya, pelaku UMKM di Indonesia memiliki jasa yang besar dalam tumbuhnya ekonomi di tanah air, di samping itu pula membantu membuka lapangan pekerjaan.

“Karena UMKM ini banyak jasanya di negara kita. 97% lapangan kerja itu disediakan oleh UMKM terutama peserta mikro yang jumlahnya 96%,” tambhanya.

Menkop UKM menyinggung, kegiatan Bazar UMKM yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang memiliki makna tersendiri dengan pelaksanaan Kirab Merah Putih yang dihadiri Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya.

“Jadi UMKM itu tulang punggung nasional, 99,9% pelaku usaha di Indonesia itu UMKM. Alhamdulillah UMKM ini tidak lepas dari unsur keagamaan dan hari ini UMKM hadir di tengah-tengah acara Habib Luthfi yang di dalamnya ada kirab merah putih,” paparnya.

Diungkapkan Menkop UKM, strategi UMKM di Indonesia ini sedang berencana pada induk ekonomi syariat Indonesia dan fokus pada pengembangan dan penguatan industri berkala dan keuangan syariat, keuangan sosial syariat, bisnis dan urusan syariat.

Hal ini sebagaimana keinginan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa Indonesia harus menjadi pusat bagi ekonomi syariat dunia. Pihaknya optimis dapat diwujudkan karena produk UKM dan lainnya memiliki market yang sangat besar di luar negeri.

“Sektor ekonomi dan keuangan syariat diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia. Hal ini terlihat pada global islamic ekonomi indikator tahun 2022 Indonesia menduduki peringkat 4 setelah Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab,” ungkapnya.

Tujuan lainnya jelas Menkop UKM Teten Masduki, pada tahun 2024 pemerintah pusat berencana menambah 1 juta wiraswasta secara mandiri. Oleh karena itu diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan kategori pelaku usaha mikro yang semula tidak punya badan hukum, dibantu untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi produk dan kredit usaha.

“Untuk itu saya ingin urusan daerah menaikan yang tadinya usaha mikro yang tidak punya badan hukum, dibantu untuk memiliki nomor induk berusaha. Kedua produknya misalkan kuliner harus punya sertifikasi halal atau PIRT, syukur-syukur izinnya dari BPOM supaya pemasarannya bisa luas. Kemudian modalnya yang tadinya pinjam dari rentenir atau lainnya harus mulai bisa mengakses kredit perbankan,” lanjutnya.

Menkop UKM Teten Masduki mengapresiasi, langkah UMKM naik kelas yang diupayakan Pemerintah Kabupaten Indramayu seperti halnya program unggulan Bupati Indramayu Nina Agustina yakni Kredit Usaha Warung Kecil (Kruw-cil).

“Saya apresiasi program unggulan Bupati yakni Kruw-cil yakni tanpa bunga, hal-hal seperti itulah yang perlu kita bantu,” lanjutnya.

Produk UMKM Indramayu Bisa Bersaing dan Dikenal Masyarakat Luas

Sementara itu Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, dalam rangka meningkatkan perekonomian UMKM di Kabupaten Indramayu, Pemkab Indramayu telah melakukan berbagai upaya diantaranya penguatan pembiayaan, akses pasar dan akses legalitas.

Dipaparkan Bupati Nina, Penguatan akses pembiayaan dilakukan melalui program unggulan Kruw-cil atau sebuah program untuk membantu usaha warung kecil dalam mengakses permodalan yang besarnya 500 ribu hingga 5 juta dengan persyaratan sangat mudah. Selanjutnya Program Perempuan Berdikari (Peri) yang menyasar pada purna Pekerja Migran Indonesia.

Kemudian Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan penguatan akses pasar diantaranya melakukan pelatihan digital marketing UMKM, pelatihan foto produk UMKM dan mengikutsertakan UMKM dalam promosi produk UMKM dibeberapa event.

di samping itu Pemerintah Kabupaten Indramayu telah bekerjasama dengan Toserba Yogyakarta Indramayu untuk mempromosikan produk-produk UMKM Indramayu yang bertujuan produk UMKM dapat dikenal dan dinikmati masyarakat Indramayu melalui pasar-pasar modern maupun Toserba.

Selanjutnya penguatan akses legalitas dengan membantu izin sertifikasi halal, membuat rekomendasi untuk pembuatan hak merek, membantu UMKM dalam membuat Nomor Induk Berusaha (NIB), menerima konsultasi dari UMKM untuk mengurus legalitas usaha dan lainya.

Dengan kegiatan Bazar UMKM diharapkan bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Indramayu baik dapat bersaing dengan produk lain dan bisa mengikuti segala event yang diselanggarakan di luar daerah dalam rangka memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.

“Saya berharap dengan kegiatan gelar produk UMKM hari ini dapat mendorong pelaku usaha mikro untuk terus mengembangkan usahanya serta turut bersaing secara luas tidak hanya event dalam daerah tetapi dalam event yang diselanggarakan di luar Kabupaten Indramayu. Oleh karena itu pelaku UMKM Kabupaten Indramayu harus terus aktif dan berusaha dalam upaya memajukan produk unggulan dan aneka jenis produk olahan yang dihasilkan serta menjadi ciri khas Indramayu,” harapannya. (M/MTQ—Tim Publikasi Diskominfo Indramayu)