Wujudkan Patriot Desa

Budidayakan Maggot, Pemuda Desa Arjasari Hasilkan Jutaan Rupiah

DISKOMINFO INDRAMAYU – Budidaya Maggot saat ini tengah menjadi trend di kalangan masyarakat dalam beberapa tahun ini. Begitu populernya Maggot dan memiliki peluang yang sangat menjanjikan, menjadikan para pemuda di Desa Arjasari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu mendirikan instalasi bio konvensi atau Rumah Maggot yang penggunannya diresmikan pada hari Jum’at, (11/06/2021).

Peresmian Rumah Maggot Desa Arjasari Kecamatan Patrol dilakukan oleh Staf Senior Pemberdayan Masyarakat Desa Kabupaten Indramayu yang mewakili DPMDes Provinsi Jawa Barat, Hilmi Hilmansyah bersama dengan para pemuda di desa tersebut.

Dikutip dari wikipedia, Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier yang diperoleh dari proses biokonversi Palm Kernel Meal. Biokonversi merupakan hasil fermentasi sampah – sampah organik menjadi sumber energi metan yang melibatkan organisme hidup. Proses fermentasi seperti ini dikenal sebagai penguraian secara anaerob. Organisme yang umumnya berperan pada proses biokonversi ini adalah bakteri, jamur serta larva serangga.

Keberadaan Rumah Maggot tersebut diinisiasi oleh para pengggerak lokal dan patriot Desa Arjasari. Dengan adanya Rumah Maggot tersebut merupakan salah satu keberhasilan program Patriot Desa dalam mendukung masyarakat desa untuk dapat mengolah limbah sampah organik secara mandiri.

Dengan budidaya Maggot turut serta membangun potensi ekonomi karena dapat mendatangkan penghasilan tambahan bagi masyarakat. Rumah Maggot ini menggerakan dua unsur secara bersamaan yakni pembangunan ekonomi dan lingkungan.

Hilmi Hilmansyah menjelaskan, program Patriot Desa di Kabupaten Indramayu memiliki program tematik di bidang lingkungan, salah satu hasil dari program tersebut adalah pembangunan Rumah Maggot yang ada di Desa Arjasari Kecamatan Patrol. Program tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Desa Arjasari.

“Setelah ini akan mencoba menerapkan program integrated-farming skala desa, sehingga semuanya saling terintegrasi dan menguntungakan masyarakat,” kata Hilmi.

Hilmi mencontohkan, sampah organik dikumpulkan oleh masyarakat setiap dusun. Dusun A akan diberdayakan untuk budidaya Maggot, sementara Dusun B akan diberdayakan untuk beternak ayam dengan suplai pakan dari dusun A. Dengan integrasi seperti itu maka ada kejelasan pasar untuk menjual hasil produksi yang juga dinikmati oleh warga setempat.

Sementara itu Patriot Desa Arjasari, Azka Mahendra mengatakan, Rumah Maggot Arjasari sebagai wadah untuk pembelajaran dan praktek bagi masyarakat untuk sadar terhadap penanganan kualitas lingkungan dari aspek persampahan. Penggerak lokal Desa Arjasari mulai mengaktifkan dengan memanfaatkan sampah organik dari warga.

“Dari bio konversi ini hasilnya ada larva maggot dan kompos. Ini sangat menguntungkan warga Desa Arjasari rupiah demi rupiah sudah bisa kita dapatkan saat ini,” kata Azka.

Dijelaskannya, setiap 1 kilogram larva maggot mampu mereduksi 2-3 kilogram sampah per hari, tergantung dari usia larvanya tersebut. Semakin dewasa larva maka semakin banyak pula sampah yang di reduksi. Larva maggot yang dihasilkan bisa menjadi Alternatif makan ternak atau ikan dan kebutuhan lainnya.

Azka menambahkan, untuk harga telur maggot saat ini 1 gram dikisaran harga Rp 5.000,-, sedangkan untuk fresh maggot 1 kilogram bisa mencapai Rp 6.000– 7.000. Maggot juga bisa diolah untuk dijadikan sebagai pakan ternak / ikan dalam bentuk dry maggot, dry powder maggot dan masih banyak lainnya.

“Semakin banyak olahan maggot yang inovatif maka semakin tinggi juga nilai jual dari produk olahan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kuwu) Arjasari, Jamaludin yang hadir pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas program Patriot Desa Jawa Barat yang telah mendampingi masyarakat Desa Arjasari untuk mengatasi masalah persampahan sekaligus meningkatkan pendapatan warganya melalui Rumah Maggot.

Patriot Desa mampu mendampingi masyarakat untuk menjadi komunikator antara Pemdes, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPMD, Diskominfo, Komunitas ICF dan komunitas Sanggar Lingkungan Hidup Indramayu, sehingga berhasil melaksakan kegiatan peresmian Rumah Maggot Arjasari tersebut.

“Harapannya penggerak lokal mampu menciptakan Rumah Maggot lainnya yang ada di setiap dusun di Desa Arjasari. Jika ini terwujud pendapatan masyarakat akan terus meningkat dan lingkungan akan terjaga,” kata Jamaludin. Aa Deni/Dedy-Diskominfo Indramayu)